Pernahkah kamu berada dalam satu ruangan atau satu
tempat yang terdapat closed circuit television (CCTV)? Apa yang kamu rasakan?
Tentu saja kamu akan merasa selalu ingin berhati-hati dan tidak sembarang
melakukan sesuatu, apalagi perbuatan yang akan menimbulkan aib atau perbuatan
konyol yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Demikian pula orang
yang meyakini keberadaan malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat segala
gerakgerik dan tingkah laku manusia. Orang yang beriman kepada malaikat akan
merasa selalu diawasi (muraqabah) oleh para malaikat Allah Swt. Akibatnya,
segala tindak-tanduknya akan terkontrol dan terjaga. Orang tidak akan melakukan
hal-hal konyol meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya. Keyakinan bahwa
ada malaikat yang bertugas mengatur rezeki akan senantiasa membuat seseorang
optimis dan semangat dalam belajar, bekerja, dan berusaha. Ia yakin bahwa
malaikat akan memudahkan urusan rezekinya selama ia mau berusaha dan berdoa. Ia
pantang berputus asa dan berpangku tangan karena memang Allah Swt. tidak akan
menurunkan harta benda dengan menjatuhkannya begitu saja dari langit. Orang yang
meyakini bahwa ada malaikat diberi tugas oleh Allah Swt. untuk mencabut nyawa
tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa
mempersiapkan diri agar ketika nyawanya lepas dari raga, ia senantisa dalam
kebaikan. Ia akan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan terlarang karena
ia khawatir jangan-jangan malaikat mencabut nyawanya ketika ia bermaksiat,
demikian seterusnya. Pendek kata, orang-orang yang beriman akan selalu
mempersiapkan diri dengan menjauhi segala yang dilarang Allah Swt. dan mematuhi
segala apa yang diwajibkan/diperintahkan Allah Swt.
Banyak orang menduga bahwa ketika ia melakukan suatu
kejahatan yang tidak dilihat oleh orang lain, ia akan merasa aman dan selamat.
Padahal sama sekali tidak. Ia tetap dilihat oleh dua malaikat Allah Swt. yang
selalu siap setiap saat, tidak pernah tidur dan tidak pernah lalai. Dua
malaikat itu adalah Rakib dan Atid. Kedua malaikat tersebut diperintah Allah
Swt. untuk selalu mencatat perbuatan baik dan berbuatan buruk manusia. Mereka
selalu patuh kepada Allah Swt. dan tak pernah sekalipun membangkang.
A. Memahami Makna Iman kepada Malaikat dan
Tugas-tugasnya
1. Pengertian Iman kepada Malaikat Iman secara
bahasa artinya percaya atau yakin. Iman dari segi istilah artinya meyakini
setulus hati yang mengakar kuat, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan
dengan seluruh anggota badan. Menurut M. Quraish Shihab, kata malaikat berasal
dari bahasa Arab, yaitu malā’ikah ( ) yang merupakan bentuk jamak dari kata
malak ( ) yang terambil dari kata la’aka ( ) yang berarti “menyampaikan
sesuatu”. Jadi, malak/malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu dari
Allah Swt.. Menurut istilah, malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh
Allah Swt. dari cahaya, sebagai utusan Allah Swt. yang taat, patuh, serta tidak
pernah membangkang terhadap perintah-perintah-Nya. Iman kepada malaikat adalah
meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. menciptakan malaikat sebagai
makhluk gaib yang diutus untuk melaksanakan segala perintah-Nya. Orang yang
mengimaninya akan senantiasa menggunakan seluruh anggota badannya untuk
berhati-hati dalam berkata-kata dan berbuat.
2. Hukum Beriman kepada Malaikat Beriman
kepada malaikat hukumnya adalah far«u ‘ain. Beriman kepada malaikat merupakan
salah satu rukun iman selain iman kepada Allah Swt., kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada/qadar. Hal ini berdasarkan pada beberapa
sumber dari al-Qur’ān dan hadis sebagai berikut.
a. Q.S. al-Baqarah/2:285 Artinya:
“Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’ān) dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata),
“Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata,
“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya, Tuhan kami, dan kepada-Mu
tempat (kami) kembali.”
b. Q.S. an-Nisā’/4:136 Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah Swt. dan
Rasul-Nya (Muhammad saw.) dan kepada Kitab (al-Qur’ān) yang diturunkan kepada
Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada
Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh”
c. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. muncul di tengah orang banyak, lalu beliau didatangi oleh seorang laki-laki. Orang itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah saw., apakah iman itu?’ Beliau menjawab, ‘Iman adalah kamu harus percaya kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kebangkitan di akhirat nanti...” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Penciptaan Malaikat Mengingat sedikitnya
pengetahuan yang dimiliki manusia terutama berkaitan dengan hal-hal yang gaib
termasuk malaikat, sumber yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui
malaikat dengan berpedoman kepada al-Qur’ān dan hadis-hadis Rasulullah saw.
Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda: Artinya: “Dari Aisyah berkata:
Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari
api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan
(ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim) Keterangan lain tentang malaikat
sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Fāṭir/35:1 disebutkan bahwa malaikat
mempunyai sayap. Allah Swt. berfirman: Artinya: “Segala puji bagi Allah Swt.
pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk
mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang)
dua, tiga dan empat. Allah Swt. menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia
kehendaki. Sungguh, Allah Swt. Mahakuasa atas segala sesuatu” (Q.S. Fāṭir/35:1)
Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa malaikat adalah makhluk Allah
Swt. yang diciptakan dari nur atau cahaya dan memiliki sayap, sehingga jika ada
keterangan lain yang menyatakan bahwa malaikat memiliki ciri-ciri yang tidak
sesuai dengan keterangan dari al-Qur’ān dan hadis, patutlah kita meragukannya.
4. Perbedaan antara Malaikat, Manusia, dan Jin Dari
segi asalnya, malaikat berbeda dengan manusia dan jin, yaitu bahwa malaikat
diciptakan dari nur atau cahaya sementara manusia dan jin masing-masing
diciptakan dari tanah dan api. Dari sifat dan ciri-cirinya, perbedaan malaikat,
manusia, dan jin dapat dilihat dalam tabel berikut.
5. Jumlah Malaikat Karena sifatnya gaib, berapa
jumlah malaikat secara terinci sebagaimana manusia, hanya Allah Swt. dan
Rasul-Nya yang mengetahui. Namun demikian, keterangan hadis berikut dapat
memberikan penjelasan tentang banyaknya jumlah malaikat. Hadis berikut
menggambarkan banyaknya jumlah malaikat. Perhatikan hadis dari Ali ra. Artinya:
Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa
mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan
surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika
mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat
kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka
tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.” (H.R.
Ibnu Majah) Banyaknya jumlah malaikat tersebut menggambarkan betapa Mahakuasa
Allah Swt. karena dengan jumlah malaikat yang demikian banyak, sangat mudah
bagi Allah Swt. untuk mengetahui gerak-gerik serta tingkah laku manusia. Namun
demikian, umat Islam diperintahkan untuk mengetahui dan mengimani sepuluh nama
malaikat berikut tugasnya.
Nama-nama malaikat tersebut diabadikan oleh Allah
Swt. dalam al-Qur’ān serta hadis Rasulullah saw. Kesepuluh nama malaikat yang
wajib kita ketahui dengan tugasnya masing-masing dijelaskan pada bagian berikut
ini.
6. Nama Malaikat dan Tugasnya Masing-Masing
Sebagaimana halnya manusia, para malaikat memiliki tugas. Bedanya, tugas yang
diberikan Allah Swt. kepada manusia seringkali diabaikan bahkan dipertentangkan
untuk dilaksanakannya. Namun para malaikat, yang diberikan tugas oleh Allah
Swt. kepadanya, tidak pernah menunda apalagi melalaikan dan membangkang untuk
mengerjakannya. Bahkan, dia melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah Allah
Swt. dan dia tidak mendurhakai-Nya. Allah Swt. berfirman: Artinya: “Wahai
orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah Swt. terhadap apa yang Dia
perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S.
atTaḥr�m/66:6)
Di antara tugas-tugas malaikat itu antara lain: 1) Beribadah kepada Allah Swt.
dengan bertasbih kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa; 2)
Membawa wahyu kepada para Nabi dan para Rasul; 3) Memohon ampunan bagi
orang-orang beriman; 4) Meniup sangkakala; 5) Mencatat amal perbuatan; 6)
Mencabut nyawa; 7) Memberi salam kepada ahli surga; 8) Menyiksa ahli neraka; 9)
Memikul ‘arsy; 10) Memberi kabar gembira dan memperkokoh kedudukan kaum mukminin;
dan 11) Mengerjakan pekerjaan selain yang telah disebutkan di atas. Penjelasan
tentang nama-nama malaikat dan tugasnya masing-masing adalah sebagai berikut.
a. Malaikat Jibril Malaikat Jibril
dikenal juga sebagai penghulu para malaikat. Malaikat Jibaril adalah satu dari
tiga malaikat yang namanya disebut dalam alQur’ān. Nama Malaikat Jibril disebut
dua kali dalam al-Qur’ān, yaitu pada Q.S. al-Baqarah/2:97-98 dan Q.S. at-Taḥr�m/66:4. Malaikat
Jibril memiliki beberapa nama lain atau julukan, di antaranya adalah Rûḥ alAm�n dan Rûḥ al-Qudus.
Adapun tugas utamanya adalah menyampaikan wahyu dari Allah Swt. kepada para
nabi dan rasul-Nya.
Malaikat Jibril pula yang menyampaikan berita
kelahiran Nabi Isa as. kepada ibunya Maryam dan menyampaikan al-Qur’ān kepada
Nabi Muhammad saw. Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di
Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah
saw. untuk terus naik menghadap Allah Swt. Malaikat Jibril berkata, “Aku sama
sekali tidak mampu mendekati Allah Swt. perlu waktu enam puluh ribu tahun lagi
untuk terbang hingga mencapainya. Jika aku terus naik ke atas, maka aku akan
hancur luluh”. Mahasuci Allah Swt., ternyata Malaikat Jibril as. saja tidak
sampai kepada Allah Swt.
b. Malaikat Mikail Malaikat Mikail
adalah malaikat yang tugasnya mengatur urusan makhluk Allah Swt. termasuk
mengatur rezeki terutama untuk manusia. Seperti mengatur air, menurunkan
hujan/petir, membagikan rezeki untuk manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan
lain-lainnya yang ada di muka bumi ini. Malaikat Mikail, termasuk salah satu
malaikat yang menjadi pembesar seluruh malaikat selain Malaikat Jibril. Di
samping bertugas membagi rezeki dan hujan, Malaikat Mikail juga sering bersama-sama
dengan Malaikat Jibril dalam menjalankan tugasnya. Di antara tugas yang pernah
dilakukan bersama Malaikat Jibril adalah sebagai berikut.
1) Ketika Malaikat Jibril menjalankan tugas membelah
dada Nabi Muhammad saw. untuk dicuci hatinya karena akan diisi dengan iman,
islam, yakin, dan sifat hilim, Malaikat Mikail mengambil peran sebagai
pengambil air al-Kaușar (air zam-zam) untuk mencuci hati Nabi Muhammad saw.
2) Ketika Nabi Muhammad saw. mendapat kepercayaan
untuk melakukan Isra’ dan Mi’raj, Malaikat Mikail bersama Jibril mendampingi
selama perjalanan.
3) Malaikat Mikail juga bertugas menyampaikan
lembaran kepada Malaikat Maut. Lembaran tersebut bertulis tentang detail
seperti nama, tempat, dan sebab-sebab pencabutan nyawa bagi orang yang
dimaksud.
c. Malaikat Izrail Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa semua makhluk termasuk dirinya sendiri. Malaikat Izrail dikenal juga dengan sebutan Malaikat Maut. Empat malaikat utama selain Jibril dan Mikail, dan Israfil adalah Malaikat Izrail. Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah Swt., di antaranya adalah dapat menjangkau dengan mudah dari barat hingga timur bagaikan seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Malaikat Izrail juga sanggup membolak-balikkan dunia.
sebagaimana kemampuan seseorang yang sanggup
membolak-balikkan uang. Sewaktu Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut
nyawa makhluk-makhluk dunia, maka Malaikat Izrail akan turun ke dunia
bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat lainnya, yaitu Malaikat Rahmat dan
Malaikat Azab.
Malaikat yang mengetahui di mana seseorang akan menemui ajalnya, adalah tugas dari Malaikat Arham.
d. Malaikat Israfil Malaikat Israfil tugasnya meniup sangkakala. Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di bibirnya selama berabad-abad, hingga menunggu perintah dari Allah Swt. untuk meniupnya pada hari kiamat. Pada hari itu, Malaikat Israfil akan turun ke bumi dan berdiri di batu/ bukit suci di Jerusalem. Tiupan pertama akan menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat serta tiupan ketiga akan membangkitkan orang-orang yang telah mati dan mengumpulkan mereka di Padang Maĥsyar. Di dalam kitab Tanbiĥul Gāfil�n Jilid 1 halaman 60 terdapat sebuah hadis panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati. Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah Swt. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah Swt. menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, kemudian ia letakkan di mulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya: “Ya Rasulullah saw. apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah saw. “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya; “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah saw.; “Sangat besar bulatannya, demi Allah Swt. yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul fazā’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’a¡ (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).” Dalam hadis di atas, disebutkan bahwa sangkakala atau terompet Malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang zaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
e. Malaikat Munkar Malaikat Munkar
bersama Malaikat Nakir tugasnya menanyakan dan menguji iman orang yang sudah
mati di alam kubur.
f. Malaikat Nakir Malaikat Munkar
dan Malaikat Nakir merupakan dua malaikat yang bertugas menanyakan dan menguji
iman orang yang sudah mati di alam kubur. Hal itu akan dimulai ketika pemakaman
selesai dan orang terakhir dari jamaah yang mengikuti pemakaman telah melangkah
40 langkah dari makam. Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir akan Menanyakan tiga
(3) perkara. Tiga (3) perkara tersebut, yaitu “Siapa Tuhamnmu? Apa Agamamu?
Siapa Nabimu?”. Seorang mukmin yang saleh akan menjawab bahwa Tuhanku adalah Allah
Swt. Agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad saw. Jika jawaban
seseorang itu benar seperti tersebut di atas, maka waktu untuk menunggu hari
kebangkitan akan sangat menyenangkan. Namun, apabila seseorang tidak dapat
menjawab seperti tersebut di atas, maka orang tersebut akan dihukum hingga hari
penghakiman.
g. Malaikat Raqib Malaikat Raqib
bertugas mencatat segala amal kebaikan manusia. Ia bersama Malaikat ‘Atid yang
mencatat amal buruk bertugas bersamaan. (Q.S. Qāf/50:18). Dari Anas ra., dari Nabi
Muhammad saw., bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. telah menugaskan dua malaikat
untuk menulis segala apa yang dilakukan atau dituturkan oleh seseorang
hamba-Nya (satu di sebelah kanannya dan yang satu lagi di sebelah kirinya);
kemudian apabila orang itu mati, Tuhan perintahkan kedua malaikat itu dengan
firman-Nya, “Hendaklah kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta
hendaklah kamu mengucap tasbih, tahmid, dan takbir hingga ke hari qiamat dan
hendaklah kamu menulis pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (H.R. Abu al-Syeikh dan
Tabrani)
h. Malaikat ‘Atid Malaikat ‘Atid
bertugas mencatat segala amal keburukan manusia. Malaikat Raqib dan ‘Atid
sangat jujur dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah Swt. Mereka mencatat
dengan penuh ketelitian, sehingga tidak ada satu pun keburukan dan kebaikan
yang luput dari catatan keduanya.
i. Malaikat Malik Malaikat Malik
adalah malaikat yang memimpin para malaikat yang bertugas di neraka. Malaikat
Malik disebut dalam Q.S. AzZukhruf/43:77:
Artinya : “Dan mereka berseru, “Hai (Malaikat) Malik,
biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap
tinggal (di neraka ini).” (Q.S. az-Zukhruf/43:77 ) Dari ayat di atas, dapat
dipahami bahwa Malaikat Malik adalah Malaikat yang memimpin para malaikat yang
bertugas di neraka. Hal ini dipertegas oleh firman Allah Swt yang artinya, “Di
atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (Q.S. al-Muddașșir/74:30)
j. Malaikat Ridwan Malaikat Ridwan
bertugas menjaga dan mengawasi surga serta menyambut semua hamba Allah Swt.
yang akan masuk ke dalamnya. Malaikat Ridwan sangat ramah menyambut dan mempersilakan
orangorang yang akan masuk ke dalam surga.
B. Hikmah Beriman kepada Malaikat
Orang-orang yang beriman selalu
dapat mengambil pelajaran dari materi yang diimani. Dalam hal beriman kepada
malaikat-malaikat Allah Swt., pelajaran yang dapat dipetik antara lain adalah
sebagai berikut.
1. Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
2. Senantiasa hati-hati dalam setiap ucapan dan
perbuatan sebab segala apa yang dilakukan manusia tidak luput dari pengamatan
malaikat Allah Swt.
3. Menambah kesadaran terhadap alam mengenai wujud
yang tidak terjangkau oleh pancaindra manusia.
4. Menambah rasa syukur kepada Allah Swt. karena
melalui malaikatmalaikat-Nya, manusia memperoleh banyak karunia.
5. Menambah semangat dan ikhlas dalam beribadah
walaupun tidak dilihat oleh orang lain ketika melakukannya.
6. Menumbuhkan cinta kepada amal saleh karena
malaikat selalu siap mencatat amal manusia.
7. Semakin giat dalam berusaha karena tidak ada
rezeki yang diturunkan oleh malaikat Allah Swt. tanpa usaha dan kerja keras.
Menerapkan Perilaku Mulia
Dengan senantiasa menghadirkan dan meneladani
sifat-sifat malaikat dalam kehidupan, maka kita akan bertindak seperti berikut.
1. Berkata dan berbuat jujur karena di mana dan ke
mana pun malaikat pasti mengawasi kita.
2. Patuh dan taat terhadap hukum-hukum Allah Swt. dan
peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
3. Melaksanakan tugas yang diembankan kepada kita
dengan penuh tanggung jawab keikhlasan.
4. Bertindak hati-hati serta penuh perhitungan dalam
perkataan dan perbuatan.
5. Memiliki rasa empati dengan memberikan bantuan
kepada orang yang sedang membutuhkan bantuan (kepedulian sosial).
6. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri
teladan bagi lingkungannya.
7. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri
dari waktu ke waktu.
8. Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai
perbuatan buruk.
9. Tidak bersikap sombong (riya’) dalam berbuat
kebaikan.
Hadirkanlah malaikat dalam kehidupanmu, yakinkan pada
dirimu bahwa semua perbuatan kita akan dicatat oleh malaikat Allah Swt. dan
kelak akan mendapat balasannya. Kamu pasti akan hidup bahagia di dunia dan di
akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar