Membuka Relung Hati
Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada saat sekarang, kejujuran merupakan hal yang mulai langka, hal yang jarang bisa kita jumpai. Padahal, kejujuran dapat menunjukkan jalan kebaikan yang nantinya akan mengantarkan kita ke surga. Sifat jujur merupakan faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Kehidupan dunia akan hancur dan agama juga menjadi lemah di atas kebohongan, khianat serta perbuatan curang. Karena mulianya orang yang jujur, baik di sisi Allah maupun di sisi manusia, kejujuran harus ditegakkan meskipun berat dan susah. Ungkapan tentang “orang jujur akan hancur” adalah keliru. Allah Swt. menyifatkan diri-Nya dengan kejujuran. Ini adalah bukti kesaktian jujur. Sekarang ini makin terbuka mata kita terhadap keunggulan perilaku jujur. Berapa banyak orang yang tidak jujur harus masuk penjara. Kejujuran adalah pujian dari Allah Swt. untuk diri-Nya. Allah Swt. memiliki sifat jujur dalam semua berita-Nya, syari’ah-Nya, dalam kisah-kisah-Nya. Semuanya yang datang dari Allah Swt. semuanya benar.
Mengapa sikap jujur itu ‘penting’? Karena kejujuran dapat membuat hati kita nyaman dan tenteram. Ketika kita berkata jujur, tidak akan ada ketakutan yang mengikuti atau bahkan kekhawatiran tentang terungkapnya sesuatu yang tidak kita katakan. Seseorang yang terbiasa berkata jujur akan merasa tidak nyaman saat dia berkata bohong walau hanya sekali. Semoga kita mampu berbuat jujur dalam segala hal. Yakinlah, Allah Swt. Pembela kita semua. Orang yang jujur pasti akan mujur (beruntung).
Mengkritisi Sekitar Kita
Kata jujur seolah-olah menjadi barang langka, bahkan hampir sirna. Lalu, di manakah Engkau wahai “Jujur”? Di setiap sudut kehidupan selalu saja tampak perilaku ketidakjujuran. Saat di sekolah, banyak peserta didik yang melakukan kebohongan, baik saat ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, maupun perilaku lain yang dengan mudah menampilkan ketidakjujuran. Sungguh memilukan. Kritisi perilaku berikut ini, kemudian berikan tanggapanmu dengan beberapa sudut pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)!
1. Meskipun banyak yang menganggap kejujuran sudah sulit ditemukan, masih banyak juga orang yang sebenarnya sangat jujur dalam hidupnya. Hal ini terbukti dari beberapa kejadian yang diliput oleh media di mana seorang sopir taksi mengembalikan uang yang ditemukan di taksinya dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal-hal seperti ini patut diapresiasi. Sebenarnya, kejujuran masih dimiliki oleh semua anak kecil; mereka masih polos dan belum memiliki niat jahat atau niat tersembunyi lainnya yang mungkin dapat berimbas melukai orang lain.
2. Jika kejujuran yang diperlihatkan oleh siswa di sekolah, seperti dalam berkata dan berbuat, pasti ia akan dihormati teman, di sayang guru, dan interaksi sosial sesama menjadi indah. Sebaliknya, jika perilaku kita diwarnai ketidakjujuran, pastilah interaksi kita tidak nyaman. Begitu juga di rumah, sepanjang kita menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam hal apa pun, pasti orang tua akan bangga. Di masyarakat pun demikian, kejujuran harus disandingkan dalam kehidupan kita tanpa kecuali. Insya Allah apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. bahwa kejujuran akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan menuju surga pasti terbukti. Yakin itu!
Memperkaya Khazanah
Sebentar Lagi Seorang Penghuni Surga Akan Masuk!
Dari Anas Bin Malik, suatu ketika Rasulullah saw. duduk di Masjid Nabawi dan berbincang-bincang dengan para sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda, “Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk kemari!” Semua mata pun tertuju ke pintu masjid dan pikiran para sahabat pun membayangkan seorang yang luar biasa. “Penghuni surga, penghuni surga.” Demikian gumam mereka. Beberapa saat kemudian, masuklah seorang pria dengan air wudhu yang masih membasahi wajahnya. Apakah gerangan keistimewaan orang itu sehingga mendapat jaminan surga? Tidak seorang pun yang berani bertanya, walau semua sahabat merindukan jawabannya. Keesokan harinya, peristiwa semula terulang kembali. Bahkan, pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian. ‘Abdullah, putra Gubernur Pertama di Mesir: ‘Amr bin al-‘Ash, tidak tahan lagi, meski ia tidak berani dan khawatir mendapat jawaban yang tidak memuaskannya. Maka, timbullah suatu ide dalam benaknya. Dia pun mendatangi si penghuni surga sambil berkata, “Wahai saudaraku! Telah terjadi kesalahpahaman antara aku dan orang tuaku. Karena itu, dapatkah aku menumpang di rumahmu selama tiga hari?” “Tentu, tentu,” jawab si penghuni surga yang ternyata seorang Anṡar bernama Sa’ad bin ‘Amr bin al-‘Ash. Setelah memperhatikan, mencermati, bahkan mengintip si penghuni surga, ternyata, tak ada sesuatu pun yang istimewa. Tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si penghuni surga. Tidak ada ṡalat malam, tidak ada pula puasa sunah. Ia bahkan tidur dengan nyenyak hingga beberapa saat sebelum fajar. Memang sesekali ia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut. Pada siang hari, si penghuni surga berkerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang yang ke pasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tak sempat kulihat. Aku harus berterus terang kepadanya,” demikian gumam ’Abdullah bin ‘Amr. “Apa yang engkau lihat, itulah saya!” jawab si penghuni surga. Dengan rasa kecewa, ‘Abdullah bin ‘Amr bermaksud kembali ke rumah, tetapi tibatiba tangannya dipegang oleh sang penghuni surga seraya berkata, “Apa yang engkau lihat, itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, saya tidak pernah merasa iri terhadap seseorang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Swt. Tidak pernah pula saya berdusta dalam melakukan segala kegiatan saya!” (HR. Ahmad)
(Diambil dari: Mutiara Akhlak Rasulullah saw. Ahmad Rofi’ Usmani)
A. Pentingnya Perilaku Jujur
Jujur memiliki arti kesesuaian antara apa yang diucapkan atau diperbuat dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, dikatakan dusta. Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk berlaku benar baik dalam perbuatan maupun ucapan, sebagaimana firman-Nya:
Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Ketika berani mengatakan “tidak” untuk korupsi, berusaha menjauhi perilaku korupsi. Jangan sampai mengatakan tidak, kenyataannya ia melakukan korupsi. Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal hatinya tidak. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik. Ciri-ciri orang munafik adalah dusta, ingkar janji, dan khianat, sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut ini:
Ibnul Qayyim berkata, dasar iman adalah kejujuran (kebenaran), sedangkan dasar nifaq adalah kebohongan atau kedustaan. Tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah Swt. menegaskan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya).
B. Keutamaan Perilaku Jujur
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur. Karena kejujuran merupakan akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw.,
Sifat jujur merupakan tanda keislaman seseorang dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Pemilik kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan. Dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa orang yang jujur akan dipermudah rezeki dan segala urusannya. Contoh yang perlu diteladani, karena kejujurannya, Nabi Muhammad saw. dipercaya oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan lebih banyak lagi. Ini artinya Nabi Muhammad saw. akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, dan tentu saja apa yang dilakukan Nabi akan mendapat kemudahan. Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang hikmah perilaku jujur. Kamu dapat mencari contohnya.
Sebaliknya, orang yang tidak jujur atau bohong akan dipersulit rezeki dan segala urusannya. Orang yang pernah berbohong akan terus berbohong karena untuk menutupi kebohongan yang diperbuat, dia harus berbuat kebohongan lagi. Bersyukurlah bagi orang yang pernah berbohong sekali kemudian sadar dan mengakui kebohongannya itu sehingga terputus mata rantai kebohongan. Kejujuran berbuah kepercayaan, sebaliknya dusta menjadikan orang lain tidak percaya. Jujur membuat hati kita tenang, sedangkan berbohong membat hati jadi was-was. Contoh seorang siswa yang tidak jujur kepada orang tua dalam hal uang saku, pasti nuraninya tidak akan tenang apabila bertemu. Apabila orang tuanya mengetahui ketidakjujuran anaknya, runtuhlah kepercayaan terhadap anak tersebut. Kegundahan hati dan kekhawatiran yang bertumpuk-tumpuk berisiko menjadi penyakit.
C. Macam-Macam Kejujuran
Menurut tempatnya, jujur itu ada beberapa macam, yaitu jujur dalam hati atau niat, jujur dalam perkataan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan.
1. Jujur dalam niat dan kehendak, yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah Swt. dan ingin mencapai riḍaNya. Jujur sesungguhnya berbeda dengan pura-pura jujur. Orang yang pura-pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat.
2. Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi, kecuali untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syari’at seperti dalam kondisi perang, mendamaikan dua orang yang bersengketa, dan semisalnya. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakni berbicara jujur dan dianjurkan menghindari kata-kata sindiran karena hal itu sepadan dengan kebohongan, kecuali jika sangat dibutuhkan dan demi kemaslahatan pada saat-saat tertentu, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.
3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan ini juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diriḍai Allah Swt. dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas. Merealisasikan kejujuran, baik jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, maupun jujur dalam perbuatan membutuhkan kesungguhan. Adakalanya kehendak untuk jujur itu lemah, adakalanya pula menjadi kuat.
D. Petaka Kebohongan
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, betapa berartinya sebuah kejujuran karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa ke surga. Sebaliknya, betapa berbahayanya sebuah kebohongan. Kebohongan akan menghantarkan pelakunya tidak dipercaya lagi oleh orang lain. Ketika seseorang sudah berani menutupi kebenaran, bahkan menyelewengkan kebenaran untuk tujuan jahat, ia telah melakukan kebohongan. Kebohongan yang dilakukannya itu telah membawa kepada apa yang dikhianatinya itu.
Dalam hadis Rasulullah saw. mengingatkan:








Kisah ini bercerita tentang dua bocah penjual tisu di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, Jakarta. Dua sosok yang kira-kira berusia 8 tahun itu sedang menjajakan tisu dengan wadah kantong plastik. Seorang wanita menghampiri untuk membeli tisu tersebut dengan total Rp 2.500, namun ternyata dua bocah tersebut tak memiliki uang kembalian senilai Rp 7.500. Akhirnya salah satu bocah tersebut berinisiatif mencari uang tukar demi uang kembalian tersebut.
BalasHapusTak lama, wanita tersebut pun pergi dan mengikhlaskan uang kembalian kepada dua bocah itu. Namun siapa sangka bocah tersebut berlarian dan dengan tegas mengembalikan dengan uang tukar yang baru diperoleh Rp 4 ribu dari orang sekitar. Bocah itu pun lalu berkata, "Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan." ungkap bocah itu. Kisah kejujuran dua bocah penjual tisu di pinggir jalan ini pun ternyata menuai pujian. Dua manusia super yang tetap jujur di tengah kerasnya hidup di Jakarta.
Nama : Ayu Febri Lestari
Kelas : XI MM 2
mksh ayu
HapusNama:Royan Rizqy R
BalasHapusKelas:Xl MM 1
Isi Narasi:
Jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta). Jujur juga dapat diartikan tidak curang, melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku dan lain sebagainya. Jujur juga bisa bermakna kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang. Sifat jujur sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap individu. Wajib hukumnya bagi kita untuk selalu berusaha jujur dalam hal apapun baik lisan maupun perbuatan. Sifat ini adalah dasar dan sebuah patokan sebuah kepercayaan. Jika kita sekali dapat dipercaya, orang lain akan mempercayai kita dan menilai kita seterusnya baik.
Royan Rizqy Ramadhan
BalasHapusSudah Pa
baik mksh royan
HapusNama: Tika wahyuningsih
BalasHapusKelas XI MM 1
isi narasi:Jujur memiliki arti kesesuaian antara apa yang diucapkan atau diperbuat dengan kenyataan yang ada.Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya.
baik tika
HapusNama: Ibnu Nur Herindra
BalasHapusKLS : Xl mm1
Isi narasi: Seorang anak berusia 6 tahun bernama Zhafran, tak sengaja menggores bumper mobil ketika sedang bersepeda. Anak sulung ini jatuh dari sepeda dan tak sengaja menggores mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan. Merasa bersalah, ia pun pulang dalam keadaan nangis dan meminta maaf kepada orangtuanya. Orangtuanya pun menyuruh agar Zhafran meminta maaf dan menemui si pemilik mobil namun berujung tak bertemu. Ia pun menulis memo dengan kesungguhan hatinya untuk si pemilik mobil dengan menyertakan nomor ponsel ibunya.
baik ibnu
HapusNama : Adinda Junisa Rahmah
BalasHapusKelas : XIMM1
Isi narasi : Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Kejujuran dapat menunjukkan jalan kebaikan yang nantinya akan mengantarkan kita ke surga. Sifat jujur merupakan faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Kehidupan dunia akan hancur dan agama juga menjadi lemah di atas kebohongan, khianat serta perbuatan curang.
baik adinda
HapusNAMA : OCTA SULLISTIANI
BalasHapusKELAS : Xl MM 1
ISI NARASI : Sikap jujur juga merupakan sikap yang ditandai dengan melakukan perbuatan yang benar, mengucapkan perkataan dengan apa adanya tanpa menambah-nambahkan atau mengurangi apa yang ingin disampaikan dan mengakui setiap perbuatan yang dilakukan baik positif maupun negatif.
baik octa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusFerdi Septiansah
BalasHapuskelas : XI MM 2
Isi narasi :
Kisah ini berawal dari sebuah gojek yang sedang terburu buru untuk mengambil orderan. salah satu gojek pada siang hari itu sedang menunggu orderan dan akhirnya dia mendapatkan orderan , di karenakan dia tidak mau terlambat mengambil orderan tersebut dia mengendarai motornya lumayan cepat sehingga di jalan ia menyerempet mobil yang sedang parkir , dan akhirnya dia turun dari motor untuk melihat goresannya , lalu dia mencari sang pemilik mobil tersebut untuk meminta maaf dan mengganti rugi ,dan sang gojek itu pun tidak menemui sang pemilik mobil dan pada akhirnya dia menulis di sebuah kertas untuk meminta maaf dan mengganti rugi dengan mencantumkan nomor telepon gojek tersebut agar sang pemilik mobil tersebut bisa menghubungi sang gojek untuk meminta nya ganti rugi
baik ferdi
HapusNama: Aditia Anggara
BalasHapusKelas:XI MM1
Isi Narasi:jujur merupakan sebuah sifat yang membutuhkan kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Artinya, seseorang dapat dikatakan jujur jika ia mengucapkan sesuatu yang sesuai dengan sebenarnya, disertai tindakan yang seharusnya
baik aditia
Hapusbaik aditia
BalasHapusNama : Novita Fitriyani
BalasHapusKelas :XI MM I
Isi narasi J:memiliki arti kesesuaian antara apa yang diucapkan atau diperbuat dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada,Karena kejujuran dapat membuat hati kita nyaman dan tenteram. Ketika kita berkata jujur, tidak akan ada ketakutan yang mengikuti atau bahkan kekhawatiran tentang terungkapnya sesuatu yang tidak kita katakan. Seseorang yang terbiasa berkata jujur akan merasa tidak nyaman saat dia berkata bohong walau hanya sekali.
baik novita
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Rindi Mustika
BalasHapusKelas : XI MM 1
Isi narasi : Kejujuran adalah aspek moral yang memiliki nilai positif dan baik. Kejujuran punya kata lain seperti berterus terang. Lawan dari kejujuran adalah kebohongan, kecurangan dan lain-lain. Di dalam sifat kejujuran juga melibatkan sikap yang setia, adil, tulus dan dapat dipercaya. Kejujuran adalah sifat yang dihargai oleh banyak etnis budaya dan agama. Jadi tidak hanya agama Islam saja yang mengharuskan umatnya untuk menjunjung tinggi sifat kejujuran.
Kata jujur menyiratkan sebuah perkataan kebenaran dalam semua situasi dan semua keadaan. Kejujuran juga bisa memiliki arti memenuhi janji, baik itu janji yang tertulis maupun tidak tertulis. Tidak hanya memenuhi janji, memberikan pendapat dan nasihat yang benar juga disebut dengan kejujuran.
baik rindi
HapusNama : Akbar Faturohman
BalasHapusKelas : XI MM 2
Isi narasi : Ketika George Washington berusia enam tahun, dia tinggal di sebuah peternakan bersama keluarganya. Ayahnya sangat bangga kepadanya, karena George adalah anak yang baik dan jujur.
Suatu hari, ketika kembali dari kota, ayah George yaitu Tuan Washington memiliki kejutan untuk putranya. Dia membawakan hadiah sebuah kapak kecil yang baru.
George kecil sangat senang dan ingin segera menggunakannya. Dia mulai memotong apa saja yang dilihatnya. George pergi keluar rumah, lalu ke kebun dan memotong salah satu pohon ceri kesayangan ayahnya.
Tak lama kemudian, ayahnya mengetahui kalau pohon cerinya sudah ditebang, dan menjadi sangat marah. Sang ayah bertanya pada George, apakah dia yang memotong pohon ceri itu?
Saat itu George gemetar ketakutan, tetapi dia mengaku kalau itu perbuatannya. Dia mengumpulkan keberanian dan berkata, “Aku tidak bisa berbohong. Aku yang melakukannya dengan kapak baruku," kata George.
Ayahnya bertanya, “Mengapa kau memotong pohon itu, padahal sudah kuperingatkan untuk berhati-hati dengan pohon ceri itu?”
“Tadi aku bermain-main dengan kapak, dan memotong apapun yang kulihat. Aku sangat menyesal, Ayah," jawab George.
Karena George berkata jujur, Tuan Washington tidak marah lagi. Dia pun mendekat dan memeluk putranya sambil berkata, "Ayah sangat bangga padamu George, karena sudah jujur dan mengakui perbuatanmu.
baik akbar
HapusNama : Ravina Putri Anjani
BalasHapusKelas : XI MM 1
Isi narasi : Pada suatu hari aku sedang bermain kejar kejaran bersama adik . Aku sangat senang. Sampai aku tidak memperhatikan jalanku. Tiba tiba aku menambrak benda kesayangan ibuku. Aku takut ibu marah kepada ku. Tapi, aku harus jujur karena itu kesalahanku. Akhirnya aku pun mengakuinya. Ibu pun memaafkan aku
Buat narasi tentang kejujuran di kolom komentar dgn format :
BalasHapusNama : Muhammad luthfian adha
Kelas : XI MM 3
Isi narasi :Siang itu pak Rudi pulang kerja menggunakan taksi. Karena kesalahan, pak Rudi tertidur sepanjang perjalanan.
Menjelang magrib akhirnya baru di sampai ke rumah. Dia pun segera membersihkan badan dan bersiap-siap untuk salat magrib.
Tiba-tiba dia merasa kehilangan sesuatu. Pak Rudi kehilangan dompetnya. Dia sudah mencarinya di mana-mana. Namun tidak juga ditemukan.
Ketika baru di sibuk mencari dompetnya, ada yang mengetuk pintu. Rupanya sopir taksi yang tadi siang mengantarnya. Sopir taksi tersebut mengatakan bahwa dia menemukan sebuah dompet. Dan dia sangat yakin bahwa dompet itu adalah dompet penumpang terakhirnya, yang tak lain dan tak bukan adalah pak Rudi
Tugas Evaluasi PJJ 23/09/2021
BalasHapusformat menjawab
Nama :
Kelas :
Jawaban :
A. Tulis jawabannya saja dalam bentuk huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Orang jujur akan mendapatkan banyak teman.
2. Orang jujur akan susah hidupnya.
3. Orang jujur akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat.
4. Orang munafik akan disukai teman di akhirat.
5. Orang jujur selalu mendapatkan berkah di mana saja. Pernyataan di atas yang tidak termasuk hikmah dari perilaku jujur adalah ....
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 2 dan 4
e. 3 dan 5
2. Nabi Muhammad saw. menjelaskan bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Ungkapan tersebut mengandung arti ....
a. jujur sangat penting dalam kehidupan sehari-hari
b. jujur menyebabkan kenyamanan dalam berperilaku
c. jujur membuat pelakunya selalu gelisah
d. jujur membawa keberkahan dalam hidup
e. jujur perlu dijunjung tinggi agar hidup tenteram
3. Ikhlas dalam melakukan sesuatu, tanpa dicampuri oleh kepentingankepentingan dunia. Jenis jujur seperti ini termasuk kategori …. a. jujur dalam berbuat b. jujur dalam berkata c. jujur dalam niat d. jujur dalam berjanji e. jujur dalam bertekad
4. Perhatikan ungkapan berikut ini: “Jikalau Allah Swt. memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan sebagian di jalan Allah Swt.” Jenis jujur seperti ini termasuk kategori ….
a. jujur dalam berbuat
b. jujur dalam berkata
c. jujur dalam niat
d. jujur dalam berjanji
e. jujur dalam bertekad
5. Orang yang tidak jujur atau dusta disebut orang munafik. Salah satu ciri orang munafik adalah....
a. jika bekerja ingin upah
b. jika berkata ingin didengar
c. jika berbuat ingin dilihat
d. jika berjanji tidak ditepati
e. jika dipercaya ia amanah
Nama: Adinda Junisa Rahmah
HapusKelas:XIMM1
Jawaban:1.D
2.D
3.A
4.C
5.D
Nama:Ananda Nur Afifah
HapusKelas:XI MM 1
1. d
2. d
3. a
4. c
5. d
Nama: Ibnu Nur Herindra
BalasHapusKelas:Xl mm1
Jawaban:1.D 2.D 3.A 4.C 5.D
baik
Hapusformat menjawab
BalasHapusNama : Muhammad luthfian adha
Kelas : XI MM 3
Jawaban :
1. D
2. D
3. A
4. C
5. D
Nama: Risna Aryani
BalasHapusKelas: XI-MM2
jawaban:
1. d
2. d
3. a
4. c
5. d
Nama: Tika wahyuningsih
BalasHapusKelas: XI mm 1
Jawaban:
1.D
2.D
3.A
4.C
5.D
NAMA : OCTA SULLISTIANI
BalasHapusKELAS : Xl MM 1
JAWABAN :
1. D
2. D
3. A
4. C
5. D
Nama: MUHAMMAD IRFAN SAPUTRA
BalasHapusKELAS: X1MM2.
JAWAB
1.D
2.D
E.A
4.C
5.D
Nama : Akbar Faturohman
BalasHapusKelas: XI mm 2
Jawaban
1. D
2.d
3. A
4. C
5. D
Nama; Novita Fitriyani
BalasHapuskelas; XI MM 1
Jawaban;
1. D
2. D
3. A
4. C
5. D
Nama: Ravina Putri Anjani
BalasHapusKelas: XI MM 1
Jawaban:
1. d
2. d
3. a
4. c
5. d
Nama: Tiara Bidari Putri
BalasHapusKelas: XI MM 2
Jawaban:
1. d
2. d
3. a
4. c
5. d
Nama : Mahes Putra Pratana
BalasHapusKelas : XI MM 1
1. D
2. D
3. A
4. C
5. D
Rizka Deana Salsabila
BalasHapusXI MM3
jawaban:
1. d
2. d
3. a
4. c
5. d
Royan Rizqy Ramadhan
BalasHapusXI MM 1
1.d
2.d
3.a
4.c
5.d
Friya Ferliana Anggraeni
BalasHapusX1 MM 3
jawaban:
1. D
2. D
3. A
4. C
5. D
Nabil albian
BalasHapusXI mm1
Jawaban:
1.D
2.D
3.A
4.C
5.D
Nama : Daffa Fajria Zahra
BalasHapusKelas : XI MM1
1.D
2.D
3.A
4.C
5.D